Dr Mul: Program MBG Jangan Dihapus, Tata Kelolanya yang Harus Dibenahi

banner 300300

Makassar – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Karena itu, program tersebut sebaiknya tidak dihapus, melainkan dibenahi dari sisi pengelolaan dan penyalurannya.

banner 500350

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan, Dr. Mulyadin Abdullah yang merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Khadijah Alkubro dan penerima salah satu manfaat MBG, dalam keterangannya, Selasa (08/7).

Menurut Mulyadin, manfaat program MBG sangat besar dalam membantu pemenuhan gizi peserta didik, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga menengah ke bawah.

“Program ini sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya pelajar yang keluarganya berada pada kategori menengah ke bawah,” ujar Dr Mul.

Ia menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan MBG secara keseluruhan.

“Kalau ada masalah dalam pelaksanaannya, yang harus diperbaiki adalah tata kelolanya. Programnya jangan dihilangkan,” katanya.

Mulyadin mengibaratkan kondisi tersebut seperti sebuah rumah yang dipenuhi tikus. Menurutnya, solusi yang tepat bukan membakar rumah, melainkan mengatasi sumber masalahnya.

“Analogi sederhananya, kalau dalam suatu rumah banyak tikus, rumahnya jangan dibakar. Tikusnya yang diracun dan diusir keluar. Begitu juga dengan program MBG, yang dibenahi adalah pengelolaannya,” jelasnya.

Ke depan, ia mendorong adanya standar yang lebih jelas dalam penyaluran program agar bantuan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.

Menurutnya, sekolah-sekolah swasta dengan kemampuan ekonomi peserta didik yang relatif baik dapat dipertimbangkan untuk tidak lagi menjadi prioritas penerima MBG.

“Harus ada standarisasi. Misalnya sekolah swasta dengan SPP yang sudah cukup tinggi, mungkin tidak perlu lagi mendapatkan program ini. Fokusnya diarahkan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Mulyadin berharap evaluasi terhadap program MBG dilakukan secara objektif sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat luas tanpa mengurangi tujuan utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

banner 500350

Tinggalkan Balasan