Bone – Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Laccori, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi tingginya angka kejadian diabetes mellitus (DM) di kalangan petani setempat yang berdampak pada penurunan produktivitas kerja dan pendapatan.
PKM ini diinisiasi oleh tim pengabdi UMI yang terdiri dari Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes, Dr. Ir. Edy, M.P., M.Pd, Dr. Andi Asrina, SKM., M.Kes, dan Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes, bekerja sama dengan Kelompok Tani Masseddi Ati, yang diketuai oleh Bapak Tambare.
Program ini mendapatkan pendanaan dari Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek RI Tahun 2024.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari pemerintah setempat dan masyarakat Desa Laccori, yang sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Dalam program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pencegahan diabetes melalui pola makan sehat yang disampaikan oleh Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes, tetapi juga diberikan pelatihan dan bantuan berupa mesin perontok jagung, mesin penepung jagung, media edukasi kesehatan, serta bahan dan alat pengolahan jagung menjadi mie dan stik jagung.
Dr. Ir. Edy, M.P., M.Pd memaparkan manfaat teknologi perontok biji jagung dan pengolahan tepung jagung, yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi produksi dan nilai jual jagung.
Sementara itu, Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes menyampaikan materi tentang pengolahan tepung jagung menjadi mie dan stik jagung sebagai alternatif produk berbasis gandum.
Pada hari kedua kegiatan, masyarakat diajak mempraktikkan langsung proses pengolahan tepung jagung menjadi mie dan stik jagung. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru di Desa Laccori dan meningkatkan pendapatan petani dengan diversifikasi produk berbasis jagung.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini, karena selain memberi pengetahuan baru, juga membantu kami mengolah jagung menjadi produk bernilai jual tinggi,” ujar salah satu anggota Kelompok Tani Masseddi Ati. Kepala Desa Laccori juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, mengingat potensi besar jagung yang dimiliki desa mereka untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Laccori diharapkan mampu mengoptimalkan hasil pertanian jagung mereka, tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga sebagai produk olahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.








