Dinihari, Peserta KKN Tanggap Bencana Unhas Beri Penanganan Medis ke Warga

banner 300300

Manggarai Timur – Di tengah situasi darurat pascagempa yang masih berlangsung di Nusa Tenggara Timur, Tim KKN Gelombang 117 Tematik Tanggap Bencana Universitas Hasanuddin kembali menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada Selasa malam (25/8).

Seorang warga di Kampung Gongger Bawah, Desa Satarpunda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, mengalami cedera serius pada ibu jari tangan kanan saat bekerja sebagai tukang kayu.

banner 500350

Anggota Tim KKN-TB Unhas, Muhammad Aflahal Mukmin, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unhas angkatan 2023, melaporkan bahwa cedera yang dialami warga tersebut cukup serius. Bagian atas ibu jari tangan kanan korban hampir terputus hingga mencapai bagian tendon. Korban juga mengalami nyeri hebat dan pusing sehingga membutuhkan penanganan segera.

“Korban mengalami luka berat pada ibu jari tangan kanan. Bagian atas jari hampir terputus hingga mencapai tendon. Tim kemudian segera melakukan pembersihan luka dan penanganan awal sebelum korban dievakuasi untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut,” ujar Aflahal dalam laporannya.

Penanganan awal dilakukan oleh tiga anggota tim yang memiliki latar belakang kesehatan, yakni Lantar Maulana Anugerah Daiva dan Reynhard Kanna Lengkong dari Program Studi Pendidikan Dokter, serta Muhammad Rizky Rivaldo dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.

Setelah mendapatkan pertolongan awal, korban dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) terdekat di wilayah Satarpunda Barat.

Evakuasi dilakukan agar korban segera memperoleh penanganan lanjutan dengan mempertimbangkan keterbatasan akses dan kondisi infrastruktur yang masih terdampak gempa.

Satarpunda Barat merupakan salah satu wilayah operasi Tim KKN 117 Unhas dan masuk dalam Ring 1, yakni kawasan yang menjadi prioritas utama penanganan karena berada di sekitar wilayah terdampak langsung serta membutuhkan respons dan pemantauan secara intensif.

Dari Pustu, korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Darurat Borong Kolong Reo Atas untuk memperoleh tindakan medis lanjutan berupa penjahitan luka oleh tim medis.

Menurut Aflahal, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan tim di lapangan, khususnya dalam situasi pascabencana ketika kondisi darurat dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan masyarakat bukan hanya bantuan logistik. Akses terhadap layanan kesehatan dan kemampuan untuk merespons kondisi darurat secara cepat juga menjadi kebutuhan yang sangat penting,” jelasnya.

Penanganan kasus tersebut menjadi bagian dari respons Tim KKN 117 Tematik Tanggap Bencana Unhas dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap bencana.

Selain menjalankan program kemanusiaan dan pelayanan masyarakat, keberadaan mahasiswa di lapangan memungkinkan tim memberikan respons awal terhadap kondisi tidak terduga yang membutuhkan pertolongan segera.

Tim KKN 117 Tematik Tanggap Bencana Unhas terus menjalankan pelayanan bersama masyarakat di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan proses pemulihan masyarakat pascabencana.

banner 500350

Tinggalkan Balasan