Breaking News: Serpihan Besar Diduga ATR 42-500 Terlihat di Utara Puncak Bulsar

banner 300300

Maros – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Makassar menerima laporan dari seseorang terkait temuan kepingan besar diduga pesawat baling-baling ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang  dilaporkan hilang kontak.

Menerima laporan tersebut, pada hari kedua operasi, tepatnya Minggu (18/1) pagi ini Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Pemda dan masyarakat.

banner 500350

“Tadi kita kita menerima info dari guru Edi ditemukan serpihan cukup besar (diduga ATR 42-500) bagian utara puncak Gunung Bulusaraung,” kata Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Meski sudah ada titik terang, pihaknya temuan itu membuat rescuer tetap berhati mengingat kondisi medan dan pascacuaca.

“Tolong saling koordinasi, ingatkan safety kita untuk menyelamatkan orang, kita ingin menolong orang atau korban jangan menambah korban,” pungkasnya.

Sebelumnyam, diberikan sebuah pesawat Indonesia jenis ATR (baling-baling) 42-500 milik Indonesia Transport hilang kontak di daerah kawasan tebing Leang-leang.

“Benar saat ini kami sedang menuju lokasi ke Maros, Leang-leang atas informasi kordinat dari Airnav (ATR 400) pesawat jatuh,” kata Kepala Seksi Basarnas KPP Makassar Andi Sultan, Sabtu (17/1).

Basarnas KPP Makassar, kata Andi Sultan, sudah menggerakkan rescuer untuk melakukan pencarian dan pertolongan dengan dibantu informasi warga-warga sekitar.

“Sortir pertama untuk melakukan asesmen sebanyak 5 orang, sortir kedua sebanyak 15 orang dan beberapa potensi SAR,” pungkasnya.

Manifest ATR 42-500

Berdasarkan data manifest penerbangan yang dilkeluarkan secara resmi dari Gapura pesawat tersebut diawaki oleh 8 kru, yang terdiri dari pilot, kopilot, awak kokpit tambahan, serta awak kabin.

Kapten penerbangan tercatat atas nama Andy Dahananto, didampingi SIC FO M Farhan Gunawan, FOO Hariadi, EOB Restu Adi P, EOD Drwi Murdiono dan FA Florencia Lolita-Esther Aprilita.

Sementara itu, pada manifest penumpang tercatat 3 orang penumpang, masing-masing atas nama Deden, Ferry, dan Yoga. Seluruh penumpang berangkat dari Yogyakarta dan tiba di Makassar sesuai rute penerbangan yang direncanakan.

Untuk data kargo, dalam dokumen manifest disebutkan bahwa penerbangan ini tidak mengangkut muatan kargo (NIL). Dengan demikian, penerbangan difokuskan pada pengangkutan penumpang dan operasional kru.

banner 500350

Tinggalkan Balasan