Surat Terbuka untuk Presiden, Ketum BMI Minta Perongrong Keutuhan NKRI Ditindak

banner 300300

Makassar – Ketua Umum Brigade Muslim Indonesia (BMI) Muhammad Zulkifli mengirimkan surat terbuka untuk Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.

Surat terbuka itu disampaikan melalui siaran pers kepada redaksi-redaksi kantor pemberitaan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan menanggapi vidio deklarasi pengibaran Bendera Bintang Kejora di Asrama Yakuhimo, Jalan Racing Centre, Kota Makassar.

banner 500350

Dia berharap langkah pemerintah menindaki kelompok radikal dan terorisme yang berusaha merongrong keutuhan negara di Indonesia. selain terorisme penganut paham agama radikal, juga penganut paham pendukung keras Papua merdeka ditindak.

Selain ke Presiden Prabowo, surat itu ditujukan pula ke Menko Polhukam, Panglima TNI dan Kapolri.

“Assalamualaikum wr wb
Yang kami hormati, yang kami banggakan dan muliakan bapak Presiden RI, bapak Prabowo Subianto dan seluruh jajaran. Semoga bapak Presiden dan seluruh jajaran dalam hal ini bapak Menkopolhukam, bapak Kapolri, dan bapak Panglima TNI selalu dalam lindungan Allah SWT,” bunyi penggalan awal surat terbuka Ketum BMI.

“Ijin saya Muhammad Zulkifli, ST,MM Ketua Umum Brigade Muslim indonesia untuk menyampaikan kepada bapak presiden bahwa baru baru ini di sul sel.ada dua kasus yang menjadi perhatian kami, di mana keduanya merupakan tindakan yang dilakukan oleh kelompok yang bertujuan merongrong kedaulatan negara,” lagi, bunyi suratnya.

Yang pertama adalah kasus penyebaran propaganda ISIS yang tentunya bertujuan untuk mengubah indonesia menjadi negara Islam yang berpaham Daulah dan yang kedua adalah kasus Pengibaran Bendera Bintang Kejora yang di ikuti dengan teriakan Papua Merdeka oleh kelompok KNPB, AMP, dan Aliansi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua.

“Menyikapi kondisi di atas maka demi keutuhan dan kedaulatan negara tentunya kami meminta kepada bapak Presiden dan seluruh jajaran agar kedua masalah di atas mendapatkan bentuk atensi dan penindakan yang sama,” tegas BMI dalam surat tersebut, Rabu (28/5).

Baginya, tidak boleh ada ruang sekecil apapun bagi kelompok berusaha merongrong keutuhan negara. Dia lalu meminta Presiden untuk bertindak tanpa pandang bulu untuk menghindarkan stigma negara pilih kasih dalam penegakan yang potensinya sama-sama mampu merusak keutuhan NKRI di kemudian hari.

“Tentunya kami tidak ingin masyarakat menganggap bahwa bapak Prabowo Subianto adalah presiden yang lemah yang tidak mampu menjaga keutuhan negara sehingga kami meminta bapak presiden untuk segera memerintahkan jajarannya agar menangkap seluruh pelaku perongrong negara yang sengaja mengibarkan Bendera Bintang Kejora sambil meneriakkan seruan revolusi untuk Papua Merdeka,” pungkasnya.

banner 500350

Tinggalkan Balasan