Makassar – Menjelang akhir masa jabatannya, Danny Pomanto, Wali Kota Makassar dua periode, berhasil membuktikan diri sebagai pemimpin yang visioner. Tak hanya sekadar menjalankan roda pemerintahan, kepemimpinan Pomanto telah memberikan dampak nyata bagi perubahan kota ini.
Kepemimpinan Danny Pomanto dikenal karena kemampuannya menghadapi tantangan sosial-politik yang selalu berubah. Filosofi yang dipakai dalam memimpin adalah fleksibilitas, layaknya rumput ilalang yang tetap tumbuh meski dalam kondisi ekstrem. Ini tercermin jelas dalam setiap kebijakan yang dia terapkan, selalu beradaptasi dengan situasi dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu poin penting dari gaya kepemimpinan Pomanto adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan.
Melalui model demokrasi partisipatif, ia tak hanya mengakomodasi berbagai kepentingan, tapi juga memprioritaskan partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan. Pemerintahan yang berbasis kolaborasi ini melibatkan berbagai sektor, dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat sipil, dalam pengambilan keputusan.
Selama dua periode kepemimpinan, Danny Pomanto tidak hanya berhasil meraih lebih dari 400 penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga memperkenalkan berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Program-program pembangunan yang dijalankan, termasuk infrastruktur dan layanan publik, telah meningkatkan daya saing Makassar di tingkat global.
Dalam konteks pemerintahan yang baik, Pomanto selalu mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Kebijakan yang dijalankan mencerminkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip tersebut, dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan dan implementasi.
Bung Hatta pernah berkata,
“Segala sesuatu yang diraih dengan perjuangan akan terasa lebih berarti.”
Pernyataan ini sangat relevan dalam menggambarkan kepemimpinan Pomanto, yang selalu mengambil keputusan berani dan inovatif, meskipun harus menghadapi tantangan besar. Keberhasilannya menunjukkan bahwa kemajuan kota tak hanya bergantung pada kebijakan yang cerdas, tetapi juga pada daya adaptasi dan ketekunan dalam menghadapi segala rintangan.
Dengan segala pencapaian tersebut, Danny Pomanto menjadi contoh kepemimpinan yang patut dicontoh, terutama bagi para pemimpin muda.
Ia membuktikan bahwa kolaborasi, inovasi, dan keterlibatan publik adalah kunci utama dalam menciptakan kota yang maju dan berkelanjutan.
Penulis
Dr Ibnu Hajar M.Ikom
Dosen Komunikasi/Sivitas Akademika
UIN Alauddin Makassar








