KNPI-Disdik Sulsel Sinergi, Pemuda Siap Jadi Penggerak Kemajuan Pendidikan

banner 300300

Makassar – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Senin (31/8).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi sekaligus membuka ruang kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin.

Pertemuan berlangsung dalam suasana sejuk dan penuh semangat kolaborasi, dengan membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan ke depan, khususnya dalam mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan sektor pendidikan.

Iqbal Nadjamuddin menyambut baik silaturahmi dan audiensi yang dilakukan KNPI Sulsel.

Menurutnya, keterlibatan pemuda merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih maju dan berkarakter.

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat menjadi awal dari kerja sama yang memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Sulawesi Selatan.

Ketua KNPI Sulsel, Vonny Ameliani Suardi, mengatakan audiensi tersebut merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan dengan Dinas Pendidikan Sulsel.

Ia berharap pertemuan ini tidak berhenti pada silaturahmi semata, tetapi dapat dilanjutkan melalui kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi pelajar, pemuda, dan masyarakat secara luas.

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan KNPI Sulsel, Adhi Saputra, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam membangun masa depan bangsa.

Menurutnya, tujuan mulia pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga diperlukan keterlibatan pemuda untuk mewujudkan tujuan tersebut.“KNPI Sulsel siap menjadi mitra strategis, mitra kolaborasi, dan mitra sinergis dalam mendukung kemajuan pendidikan,” ujar Adhi.

Ia menilai, kolaborasi antara pemuda dan pemerintah dapat menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan berbagai gagasan serta program yang berdampak positif bagi dunia pendidikan di Sulawesi Selatan.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Syahrul Alam, Ketua Bidang Sains, Riset dan Inovasi KNPI Sulsel, mengatakan bahwa perkembangan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari penguatan tradisi riset dan inovasi.

Menurutnya, pemuda harus diberikan ruang untuk menghasilkan gagasan yang berbasis pengetahuan dan mampu menjawab berbagai persoalan pendidikan.

“Kami ingin mendorong agar pemuda tidak hanya menjadi objek dalam pembangunan pendidikan, tetapi juga tampil sebagai penggagas dan inovator. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan riset, inovasi, serta berbagai solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan pelajar dan masyarakat,” katanya.

Menurut Syahrul, penguatan sains dan riset juga penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia Sulawesi Selatan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan masa depan.

Sementara itu, Dr. Iswal, Wakil Ketua IV KNPI Sulsel, menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara KNPI, pemerintah, satuan pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Sinergi ini harus kita bangun secara berkelanjutan. KNPI memiliki sumber daya pemuda yang dapat menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi seperti ini harus diterjemahkan ke dalam program-program yang konkret dan terukur,” ujar Dr. Iswal.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda dalam sektor pendidikan bukan hanya berkaitan dengan kegiatan kepemudaan, tetapi juga menyangkut peningkatan kapasitas, pengembangan karakter, literasi, kepemimpinan, hingga penguatan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Di sisi lain, Sofyan Thamrin, Ketua Bidang Perguruan Tinggi DPD KNPI Sulsel, melihat sinergi dengan Dinas Pendidikan sebagai peluang untuk memperkuat hubungan antara dunia kepemudaan, pendidikan menengah, dan perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus sumber lahirnya gagasan dan inovasi.

“Kita perlu membangun jembatan yang lebih kuat antara pemerintah, KNPI, perguruan tinggi, dan generasi muda. Dengan kolaborasi tersebut, berbagai persoalan pendidikan dapat dikaji secara akademik sekaligus dicarikan solusi yang aplikatif,” kata Sofyan.

Ia berharap ke depan dapat lahir program kolaboratif yang melibatkan mahasiswa, akademisi, pemuda, dan pelajar, baik dalam bidang riset, pengembangan kapasitas, literasi, maupun inovasi pendidikan.

Audiensi tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen KNPI Sulsel untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sinergi dengan Dinas Pendidikan diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sehingga pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merancang dan menghadirkan solusi bagi kemajuan pendidikan di Sulsel.

banner 500350

Tinggalkan Balasan