Barru – Tim Kerja Bina Desa Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (IMSI KMFIB-UH) membentuk tiga relawan cilik dan menyusun sistem pengelolaan pojok baca di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Kegiatan berlangsung pada 18–20 September 2026 sebagai bagian dari Program Bina Desa Mahasiswa Universitas Hasanuddin 2026 bertopik Desa Cerdas. Sistem ini disusun agar pojok baca yang sudah ada dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, mengatakan pojok baca sebenarnya sudah tersedia di desanya, tetapi belum dimanfaatkan maksimal.
“Tolong rumuskan satu kegiatan yang kira-kira bisa berlangsung jangka panjang di desa. Karena ada di pojok baca di desa tapi tidak begitu maksimal,” ujarnya.
Luaran awal yang direncanakan tim adalah pojok baca. Namun, setelah melakukan riset dan pengamatan lapangan, tim pelaksana menyimpulkan bahwa pojok baca tanpa sistem yang mengatur tidak akan menjadi program jangka panjang.
Pojok baca di Desa Nepo tidak memiliki jadwal kunjungan, pengelola tetap, maupun pendampingan rutin. Dari temuan itu, tim berinisiatif mengalihkan fokus program pada pembentukan sistem pengelolaan yang dijalankan anak-anak desa sendiri.
“Untuk program Bina Desa, semestinya luarannya berjangka panjang agar kegiatan tidak berhenti ketika jadwal pelaksanaan selesai, tetapi berlanjut dan bermanfaat di masa mendatang. Karena itu, kami menciptakan sistem agar anak-anak Desa Nepo bisa mengelola pojok baca secara mandiri, bahkan setelah kami tidak lagi berada di desa ini. Sistem ini juga melatih anak-anak untuk disiplin menjalankan jadwal piket, belajar memimpin dan mengambil peran di lingkungannya sendiri, serta membiasakan diri dengan kegiatan literasi,” kata Ketua Tim Kerja Bina Desa IMSI KMFIB-UH, Ananda Dina Cyntia.
Selama tiga hari, tim kerja bekerjasama dengan Forum Anak Arung Patappuloemendampingi anak-anak melalui sesi edukasi, pendampingan membaca dan mengeja, mendongeng, permainan, dan pentas mini.
Tercatat 35 anak aktif mengikuti rangkaian kegiatan. Pada hari ketiga, Minggu (20/9), tim bekerja sama dengan Forum Anak Arung Patappuloe Desa Nepo untuk membentuk tiga relawan cilik. Tiga relawan cilik tersebut adalah:
1. Aulia Alwis
2. Andi Naura Nadhifa
3. Muhammad Alif
Bersama relawan cilik, tim menyusun sistem pengelolaan yang mencakup jadwal buka, pembagian piket, penomoran buku, serta mekanisme peminjaman dan pengembalian buku. Sistem itu diuji lewat simulasi pengelolaan mandiri, dievaluasi bersama guru dan tokoh masyarakat, lalu diserahterimakan secara resmi kepada relawan cilik dan Forum Anak Arung Patappuloe.
Program ini merupakan program Universitas Hasanuddin, dengan IMSI KMFIB-UH terpilih mewakili Fakultas Ilmu Budaya.
Melalui sistem pengelolaan yang kini dijalankan relawan cilik bersama Forum Anak Arung Patappuloe, tim berharap pojok baca di Desa Nepo dapat terus aktif dan bermanfaat bagi anak-anak desa setelah kegiatan berakhir.







