Parepare – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UNM Kampus 5 Parepare menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan di perguruan tinggi.
Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus 5 UNM (Universitas Negeri Makassar) Parepare pada Senin (28/9) ini diikuti ratusan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan (Tendik) dari Program Studi PGSD dan Fakultas Kedokteran UNM Parepare.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua UPP PGSD Parepare UNM, Dr Lukman. Dalam sambutannya, Lukman menekankan pentingnya penguatan literasi bagi seluruh civitas akademika terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus.
”Sangat penting adanya penguatan literasi bagi seluruh sivitas akademika mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Lukman.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Perwakilan Fakultas Kedokteran sekaligus Ketua Jurusan, dr Aida Ayu Chandrawati.
Sementara itu, Tim Satgas PPKPT mengutus tiga narasumber utama, yaitu Sopian Tamrin,, Novi Yanti Pratiwi, Psikolog, dan Nur Wulandani, serta didampingi perwakilan mahasiswa, Fauziah Diar Hazja dan St Nabila Afifah.
Sopian Tamrin yang membawakan materi inti menyoroti pelbagai hal krusial, mulai dari tipologi kekerasan di perguruan tinggi, identifikasi kerentanan akibat relasi kuasa—khususnya pada konteks Fakultas Kedokteran dan PGSD—hingga prosedur pencegahan dan pelaporan yang mengacu pada Permendikbudristek No 55 Tahun 2024.
Sesi diskusi pun berjalan interaktif. Para peserta aktif mempertanyakan implementasi ruang aman pada kegiatan kepaniteraan, indikator penyalahgunaan relasi kuasa, hingga alur pendampingan psikologis bagi korban.
Di akhir sesi, Tim Satgas turut melakukan evaluasi materi untuk memastikan pemahaman peserta. Sivitas akademika diimbau untuk terlibat proaktif dalam pencegahan maupun pelaporan jika menemukan indikasi kasus kekerasan di lingkungannya.
”Hal ini untuk memastikan tidak ada korban yang diabaikan di lingkungan kampus UNM,” tegas tim Satgas dalam keterangannya.
Melalui agenda ini, Satgas PPKPT UNM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.
Satgas PPKPT UNM juga secara terbuka membuka akses layanan pengaduan dan pendampingan bagi seluruh civitas akademika yang membutuhkan.








