Bantaeng – Pemerintah Kabupaten Bantaeng mulai memperbaiki Ruas Jalan Panjang Biringere sepanjang 4,2 kilometer yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.
Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin meninjau langsung progres pekerjaan di lokasi pada Senin (20/7). Menurutnya, perbaikan ruas jalan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi warga, khususnya para petani.
“Lokasi ini menjadi sumber pertanian dan perkebunan yang menunjang ekonomi masyarakat. Karena itu, perbaikan jalan ini menjadi salah satu prioritas,” ujar Fathul Fauzy Nurdin.
Menurut Bupati, infrastruktur jalan yang memadai akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pasar.
Fathul Fauzy mengakui pemerintah daerah masih menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, ia memastikan pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia berharap dukungan masyarakat serta bantuan dari pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur di Kabupaten Bantaeng.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar perbaikan infrastruktur dapat terus berjalan. Semoga bantuan dari pemerintah pusat juga dapat terealisasi sehingga pembangunan bisa dilaksanakan secara bertahap,” katanya.
Jalan rusak diperbaiki sepanjang 4,2 kilometer
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bantaeng, Syahriani Said, mengatakan perbaikan dilakukan karena kondisi jalan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik.
“Ruas Jalan Panjang Biringere diperbaiki sepanjang 4,2 kilometer karena kondisinya sudah rusak dan berlubang. Kami menargetkan pekerjaan ini selesai pada akhir Oktober tahun ini,” ujarnya.
Ia berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga masyarakat segera merasakan manfaat dari perbaikan jalan tersebut.
Perbaikan Ruas Jalan Panjang Biringere diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas kawasan pertanian dan perkebunan, sekaligus memperlancar distribusi hasil panen masyarakat.
Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi warga serta mempercepat mobilitas barang dan jasa di wilayah tersebut.








