Makassar – Kesehatan fisik dan mental berperan penting dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa. Untuk memperkuat deteksi dini dan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatan, Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Fakultas Keperawatan (FKep) menghadirkan Program Pemeriksaan Kesehatan Mahasiswa sebagai upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus.
Program tersebut secara resmi dimulai pada Selasa (13/10) di Ruang Senat FKep Unhas. Pemeriksaan kesehatan di Gedung Objective Structured Clinical Examination (OSCE) FKep.
Kegiatan ini mencakup pemeriksaan fisik dan skrining kesehatan mental yang berlangsung selama kurang lebih tiga hari.
Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan mengenali kondisi kesehatannya sejak dini.
Pemeriksaan diharapkan membantu identifikasi potensi masalah kesehatan, sebagai dasar penentuan langkah pencegahan maupun tindak lanjut.
Langkah preventif ini merupakan upaya menjaga kesehatan sebelum keluhan muncul.
Dekan FKep, Prof. Dr. Elly Lilianty Sjattar, menjelaskan, program ini merupakan pengembangan dari kerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Antara.
Sebelumnya, Unhas telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan (medical check-up/MCU) bagi dosen dan tenaga kependidikan yang sudah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun.
Pada 2026, FKep untuk pertama kalinya memperluas pelaksanaan program tersebut kepada mahasiswa, dengan sasaran sekitar 300 orang untuk angkatan 2026.
“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan fisik dan mental, tetapi juga sebagai inisiatif berkelanjutan yang dapat dicontoh oleh fakultas lain di Unhas,” jelas Prof. Elly.
Selain pemeriksaan fisik, skrining kesehatan mental merupakan bagian penting untuk mengenali kebutuhan dukungan psikologis sejak dini.
Mahasiswa diharapkan semakin memahami kondisi dirinya dan dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga kesejahteraan.
Kepala Puskesmas Antara, Herni Raru, dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi Unhas dan Puskesmas Antara melalui program ini.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk mendorong deteksi dini dan skrining faktor risiko penyakit.
“Saya berharap kolaborasi Unhas dan Puskesmas Antara dapat terus diperkuat melalui sinergi berkelanjutan, memperluas edukasi kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pencegahan penyakit serta penerapan perilaku hidup sehat,” kata Herni.
Launching program resmi dilakukan oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa.
Dalam sambutannya, Prof JJ menyampaikan program ini sejalan dengan komitmen institusi untuk memperkuat kesehatan sivitas akademika sekaligus mendukung program pemerintah.
Kesehatan fisik dan mental perlu dijaga secara seimbang karena keduanya berperan penting dalam menunjang kualitas hidup, produktivitas, dan keberhasilan mahasiswa menjalani proses pendidikan.
“Kita ingin membangun lingkungan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan psikologis. Kesehatan harus menjadi perhatian bersama karena sivitas akademika yang sehat dan bugar merupakan salah satu prasyarat penting bagi kemajuan universitas,” jelas Prof. JJ
Inisiatif tersebut turut mendukung Program Unggulan Unhas PRIME (Physical-Psychological Resilience, Intervention, and Medical Ecosystem).
Evaluasi diperlukan agar program dapat dinilai berdasarkan capaian yang terukur dan manfaatnya bagi sivitas akademika.
Inisiatif pemeriksaan kesehatan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang sebagai bagian dari upaya institusi yang berkelanjutan.
“Saya berharap inisiatif Fakultas Keperawatan tersebut merupakan langkah awal yang menginspirasi fakultas lain untuk bersama-sama membangun budaya hidup sehat di Unhas,” tambah Prof. JJ.
Melalui program ini, Unhas berharap kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan fisik dan mental semakin meningkat. Inisiatif FKep diharapkan dapat menjadi contoh bagi fakultas lain sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.








