Makassar – Universitas Hasanuddin melalui Kantor Urusan Internasional kembali menggelar International Cultural Program (ICP) yang ke-8, berlangsung dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2025.
Tahun ini, ICP diikuti oleh 55 peserta dari 25 negara, mencakup kawasan Afrika seperti Zimbabwe, Malawi, Sudan. Juga peserta dari Asia Tenggara dan Timur Tengah seperti Thailand, Vietnam, Yordania, Suriah dan Yaman.
Keberagaman latar belakang peserta semakin memperkaya suasana program yang mengangkat tema “Exploring South Sulawesi Maritime Culture.”
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNHAS, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan laut sebagai identitas utama Sulawesi Selatan.
“Saya berharap peserta tahun ini dapat merasakan atmosfir akademik di Unhas yang sangat relevan dengan karakter budaya masyarakat Sulawesi Selatan,” kata Prof. JJ.
Hadir pula dalam pembukaan Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Andi Masyitha Irwan, serta Prof. Ir. Suharman Hamzah mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
ICP 2025 terdiri dari dua bagian utama: sesi kelas dan eksplorasi lapangan. Sesi kelas diselenggarakan di kampus Unhas, mengangkat topik-topik menarik seperti budaya maritim Indonesia, nilai-nilai lokal masyarakat Bugis-Makassar, kuliner tradisional, alat musik kacaping dan tari-tarian daerah. Seluruh materi dikemas secara interaktif untuk mendorong keterlibatan aktif peserta.
Eksplorasi lapangan dilaksanakan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo, Kabupaten Takalar.
Di sana, peserta menyaksikan secara langsung aktivitas budidaya rumput laut, kehidupan nelayan pesisir, serta teknik penangkapan ikan tradisional seperti bagan.
Peserta juga diajak mengenal ekosistem laut seperti hutan mangrove, padang lamun, dan perairan pesisir yang masih terjaga kealamiannya. Aktivitas snorkeling turut memperkaya pengalaman laut para peserta.
Di samping belajar, peserta juga menikmati keindahan Kota Makassar melalui city tour ke berbagai destinasi ikonik, seperti Benteng Rotterdam, Center Point of Indonesia, dan pusat oleh-oleh Somba Opu.
Salah satu momen hangat tercipta dalam kegiatan di Unhas Hotel and Convention Center pada 1 Agustus 2025. Prof. Ir. Sumbangan Baja menyampaikan pesan kebersamaan yang menginspirasi, sekaligus mengumumkan kelompok Bagan sebagai pemenang presentasi terbaik.
Acara malam itu ditutup dengan penampilan Tari Empat Etnis oleh peserta dan sesi foto bersama panitia serta relawan mahasiswa.
Program ini tak hanya menjadi ajang pertemuan lintas negara, tetapi juga mempererat pemahaman antarbudaya dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan maritim.
Pesan utama yang diusung pun terasa kuat: keberagaman bukan sekat, melainkan jembatan untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain.







